Penyebab Anak SMK Putus Sekolah / Drop Out

Tujuan Pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadiaan yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dari tujuan pendidikan nasional itu setiap sekolah melakukan berbagai cara  untuk mencapai tujuan tersebut, tetapi berbagai kendala dalam proses pendidikan pasti terjadi. Salah satu kendala yang mempengaruhi tidak tercapainya tujuan pendidikan itu karena adanya siswa yang putus sekolah.

 

Selanjutnya penulis mencari referensi dari seseorang yang benar-benar berpengalaman dibidangnya yaitu bapak Drs. Suharto  guru BK di SMK Trenggalek yang telah berpengalaman membimbing siswa mulai tahun 1989,  dari beberapa pertanyaan yang kami tanyakan penyebab putus sekolah ada 4 penyebab yang paling sering terjadi, diantaranya :

  1. Salah pilih paket keahlian

Pada point ini anak putus sekolah disebabkan beberapa penyebab, yang pertama proses PPDB online yang hanya nilai ujian sebagai dasar anak masuk ke sekolah, yang tidak melakukan tes minat bakat pada anak yang mau masuk, asalkan nilai Ujian Nasional Tinggi dari pendaftar lainnya dia akan diterima. Kedua disebabkan ikut-ikutan teman, karena pada kondisi siswa yang masih labil secara emosional anak masih belum mempunyai keputusan yang matang untuk masa depannya dan yang ketiga dipaksa oleh orangtua, terkadang ada orang tua yang memaksakan kehendak anaknya untuk mengikuti kemauan orang tuanya karena merasa pilihan orang tua tersebut paling benar, tanpa melihat minat dan bakat anaknya. Ketiga hal tersebut yang paling sering menjadi alasan atau penyebab anak salah pilih jurusan dan akhirnya tidak sungguh-sungguh dalam proses belajar bahkan putus sekolah.

Baca juga : Pahami ! 4 Jurusan Bidang Komputer di SMK

  1. Kemampuan yang tidak mumpuni pada paket keahlian yang dipilih

Anak-anak terkadang menginginkan paket  keahlian yang lagi ngetren di daerah tersebut tanpa memahami kekurangan-kekurangan yang dimiliki. Sehingga pada saat proses pembelajaran anak tidak bisa mengikuti materi yang disampaikan mengkibatkan anak tersebut malas masuk kelas dan lama kelamaan putus sekolah.

  1. Lingkungan keluarga anak

Perkembangan anak-anak itu dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, salah satu lingkungan yang sangat mempengaruhinya itu adalah lingkungan keluarga anak, jika dalam keluarga sering terjadi broken home, orang tua bekerja keluar negeri, atau anak dititipkan bersama nenek ini akan mempengaruhi motivasi anak tersebut untuk masuk sekolah, bahkan anak akan putus sekolah.

  1. Minat anak kurang

Pada poin ini sering terjadi pada anak asuh, salah satu contoh : di suatu daerah “A” ada anak kurang mampu untuk masuk sekolah, lalu dinas sosial mengasuhnya dengan memberikan fasilitas sekolah gratis, tetapi karena minat anak tersebut kurang akhirnya anak tersebut putus sekolah.

Walaupun bukan hanya itu penyebab terjadinya putus sekolah, tetapi hal-hal diatas yang paling sering terjadi pada siswa SMK, semoga ulasan ini dapat di jadikan referensi untuk melanjutkan pendidikan yang lebih baik. Silahkan di bagikan informasi ini bagi semua orang tua yang sekiranya membutuhkan. Jika ada suatu yang kurang dimengerti silahkan berkomentar pada kolom komentar untuk kita diskusikan bersama. Salam dari sahabat cerdas




Artikel Terkait

Facebook Comment